Integrasi Layanan Strategis ke Smart Dashboard Pimpinan
Bayangkan ketika berbagai informasi penting tentang Bali bisa dipantau dalam satu tempat.
Mulai dari kondisi kemiskinan dan stunting, perkembangan harga pangan, potensi investasi, pariwisata, hingga pengelolaan keuangan Desa Adat. Informasi-informasi ini sebenarnya sudah tersedia melalui berbagai layanan digital. Namun, ketika data tersebar di banyak sistem, proses untuk melihat gambaran besarnya tentu membutuhkan waktu.
Karena itu, Diskominfos Provinsi Bali mendorong integrasi berbagai layanan strategis ke dalam Smart Dashboard Pimpinan.
Melalui integrasi ini, data dari berbagai sektor dapat dirangkum menjadi informasi yang lebih mudah dipantau dan diperbarui secara berkala. Bukan sekadar menampilkan angka, tetapi membantu menghadirkan gambaran mengenai kondisi Bali secara lebih menyeluruh.
Salah satunya melalui SIGENTING, yang menyajikan informasi terkait kemiskinan dan stunting, mulai dari kondisi hingga tingkat desa, pasangan usia subur, kesehatan ber-KB, hingga status gizi balita.
Kemudian ada SIGAPURA, yang memberikan gambaran mengenai harga pangan utama dan komoditas strategis. Informasi seperti ini penting karena perubahan harga pangan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, PIKBS menghadirkan informasi mengenai UMKM, aset dan proyek potensial, realisasi investasi, desa wisata, hingga perkembangan pariwisata Bali. Data ini dapat membantu melihat potensi ekonomi yang ada di berbagai wilayah.
Sementara itu, LOVE BALI menyediakan informasi terkait pelimpahan harian BPD dan pungutan wisatawan. Sedangkan SIKUAT menghadirkan informasi mengenai keuangan dan realisasi anggaran Desa Adat.
Ketika seluruh informasi tersebut dapat dipantau secara lebih terintegrasi, pimpinan memiliki gambaran yang lebih lengkap untuk menentukan langkah dan kebijakan sesuai kondisi yang terjadi di lapangan.
Pada akhirnya, integrasi data bukan hanya tentang membuat sebuah dashboard terlihat lengkap.
Lebih dari itu, ini adalah upaya agar data yang selama ini tersebar dapat menjadi informasi yang lebih mudah dipahami, dipantau, dan digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Karena di balik setiap data, ada kondisi nyata yang dirasakan masyarakat.
Ada keluarga yang membutuhkan perhatian dalam penanganan stunting, ada masyarakat yang merasakan perubahan harga pangan, ada pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan, ada potensi investasi dan pariwisata yang perlu dikembangkan, serta ada Desa Adat yang membutuhkan tata kelola keuangan yang semakin baik.
Dengan Smart Dashboard Pimpinan, berbagai informasi tersebut diharapkan dapat dipantau secara lebih kolaboratif, terkini, dan terintegrasi.
Sehingga teknologi tidak berhenti pada sistem dan data, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses menghadirkan pelayanan dan kebijakan yang lebih tepat bagi masyarakat Bali.