Disiplin ASN Bukan Sekadar Soal Absensi
Kedisiplinan aparatur sering kali dilihat dari hal yang paling sederhana: datang tepat waktu, mengikuti aturan jam kerja, dan hadir ketika dibutuhkan. Namun bagi seorang ASN, disiplin tidak berhenti pada kehadiran. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan tanggung jawab kepada masyarakat yang tetap berjalan setelah rutinitas pagi selesai.
Pesan tersebut menjadi bagian dari Apel Disiplin di lingkungan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali pada Senin, 5 Oktober 2026. UPTD Pengembangan dan Integrasi Layanan Digital (PELITA) mendapat tugas sebagai petugas apel, dengan Kepala UPTD PELITA, I Gusti Ngurah Puspa Udiyana, S.Kom., S.E., M.Si., bertindak sebagai pemimpin apel. Seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Diskominfos Provinsi Bali turut mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut.
Kedisiplinan menjadi salah satu hal yang terus mendapat perhatian dalam penyelenggaraan pemerintahan. Masyarakat tentu memiliki harapan agar aparatur tidak hanya hadir di tempat kerja, tetapi juga menggunakan waktu kerjanya untuk menjalankan tugas dan memberikan pelayanan dengan baik. Di tengah masih adanya anggapan bahwa PNS identik dengan pekerjaan yang santai atau sekadar memenuhi absensi, kinerja sehari-hari menjadi bagian penting dalam membangun keperca Â
yaan publik.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS yang mengatur kewajiban pegawai, termasuk masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Dalam praktiknya, kedisiplinan juga tercermin dari bagaimana seorang pegawai menyelesaikan pekerjaan, mengikuti tanggung jawab yang diberikan, dan menjaga kualitas pelayanan.
Bagi UPTD PELITA, tanggung jawab tersebut berkaitan erat dengan pengembangan dan integrasi layanan digital pemerintahan. Di balik layanan yang digunakan masyarakat dan perangkat daerah, terdapat pekerjaan yang perlu dikelola dan dipastikan berjalan dengan baik. Karena itu, kedisiplinan menjadi bagian dari upaya menjaga agar pekerjaan dan layanan tersebut dapat terus berjalan.
Apel disiplin menjadi salah satu pengingat bagi seluruh pegawai untuk kembali pada tanggung jawab tersebut. Setelah barisan dibubarkan, setiap pegawai kembali pada tugas masing-masing, menyelesaikan pekerjaan, berkoordinasi, dan memberikan pelayanan sesuai perannya.
Pada akhirnya, disiplin ASN memang dimulai dari hal-hal sederhana seperti kehadiran dan ketepatan waktu. Namun, nilai sebenarnya terlihat dari apa yang dilakukan setelahnya: pekerjaan yang diselesaikan dan tanggung jawab yang dijalankan.