Hibah Bus Listrik Bali Mencakup Sistem Digital
DENPASAR – Dukungan Pemerintah Republik Korea untuk pengembangan transportasi listrik di Bali mencakup 11 unit bus listrik, fasilitas pengisian daya, dan Fleet Management System (FMS), aplikasi untuk mengelola dan memantau operasional bus listrik beserta fasilitas pengisian dayanya. Kehadiran aplikasi ini turut memerlukan persiapan infrastruktur dan kejelasan pengelolaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.Â
Kebutuhan tersebut dibahas dalam pertemuan teknis antara Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Global Green Growth Institute (GGGI), dan Studio Galilei Co., Ltd., pengembang aplikasi asal Korea Selatan, di Kantor Diskominfos Provinsi Bali, Selasa (20/10/2026). Pembahasan mencakup persyaratan teknis, infrastruktur server, keamanan data, serta kemungkinan integrasi aplikasi ke dalam infrastruktur pemerintah daerah.Â
Hibah tersebut merupakan bagian dari proyek Bali E-mobility yang didukung Pemerintah Republik Korea dan GGGI sejak 2023. Setelah kajian dan studi kelayakan diselesaikan pada 2024, proyek memasuki tahap persiapan dan produksi, yang akan dilanjutkan dengan serah terima aset serta implementasi operasional.Â
Keterlibatan Diskominfos menjadi penting karena cakupan hibah tidak hanya berupa kendaraan dan fasilitas fisik, tetapi juga aplikasi yang membutuhkan dukungan infrastruktur digital. Sebelum integrasi dilakukan, aplikasi perlu memenuhi persyaratan teknis dan menjalani pengujian oleh Diskominfos. Pembahasan juga mencakup penggunaan server dan layanan cloud dengan lokasi server di Indonesia, serta aspek keamanan data.Â
Di sisi tata kelola, mekanisme penyerahan sistem oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan masih perlu dibahas lebih lanjut. Pembagian tanggung jawab pengelolaan aplikasi dan infrastrukturnya juga memerlukan kejelasan, termasuk kemungkinan penetapan melalui surat keputusan (SK). Koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan dilakukan kembali terkait keterlibatan Diskominfos dalam tim kerja, mengingat adanya penambahan komponen aplikasi dalam hibah tersebut.Â
Peluncuran proyek Bali E-mobility direncanakan pada 22 Oktober 2026 di Lapangan Timur Bajra Sandhi, Bali, dengan agenda serah terima 11 unit bus listrik beserta fasilitas pendukungnya kepada Pemerintah Provinsi Bali. Sementara itu, persyaratan teknis dan tata kelola FMS masih memerlukan koordinasi lanjutan agar pengelolaannya dapat diselaraskan dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.